Memindahkan website mungkin terlihat seperti tugas yang rumit, tetapi dengan langkah yang tepat, prosesnya menjadi jauh lebih sederhana. Panduan teknis ini akan membantu Anda memigrasikan website dari satu penyedia hosting ke penyedia lain, dengan fokus pada penggunaan cPanel di server baru dan transfer file melalui FileZilla.
Persiapan Migrasi
Sebelum memulai transfer, pastikan Anda memiliki semua informasi yang diperlukan dan telah membuat backup lengkap.
Backup Lengkap Website Saat Ini
Ini adalah langkah yang sangat penting. Backup lengkap mencakup semua file website dan database.
- File Website: Hubungkan ke akun hosting lama Anda (melalui cPanel, panel kontrol lain, atau FTP) dan unduh semua file dan folder dari direktori utama situs (biasanya public_html).
- Database: Jika website Anda menggunakan database (umumnya MySQL), Anda perlu mengekspornya. Sebagian besar panel kontrol menyediakan akses ke phpMyAdmin, dari mana Anda dapat mengekspor database dalam format .sql.
Informasi yang Diperlukan
Pastikan Anda memiliki detail berikut untuk hosting baru:
- Detail Koneksi cPanel: Nama pengguna, kata sandi, dan URL cPanel server hosting baru.
- Detail Koneksi FTP: Host (server), nama pengguna, kata sandi, dan port (biasanya 21). Data ini diperlukan untuk FileZilla.
- Detail Database (untuk website dinamis): Nama database, nama pengguna, dan kata sandi.
2. Menyiapkan Infrastruktur di Hosting Baru
Menambahkan Domain
Jika belum, tambahkan domain Anda ke akun hosting baru. Di cPanel, buka Domains dan klik Create A New Domain, lalu ikuti langkah-langkah untuk menambahkan domain. Ini akan membuat direktori khusus untuk website Anda. Jika mengalami kesulitan, Anda dapat membaca artikel kami tentang topik "Cara menghubungkan domain ke hosting?"
Membuat Database dan Pengguna (untuk website dinamis)
Untuk website yang memerlukan database MySQL, Anda perlu membuat database baru dan pengguna terkait di cPanel.
- Akses Manage My Databases dari cPanel.

- Buat database baru di bagian Create New Database (catat namanya).

- Buat pengguna baru di bagian Add New User untuk database tersebut (catat nama pengguna dan kata sandi).

- Tambahkan pengguna ke database di bagian Add User To Database dan berikan semua hak akses.

3. Transfer File melalui FileZilla
FileZilla adalah klien FTP gratis dan open source, ideal untuk mentransfer file antara komputer Anda dan server hosting.
- Unduh dan Instal FileZilla: Jika belum memilikinya, Anda dapat mengunduhnya dari situs web resmi FileZilla.
- Hubungkan ke Server Baru:
- Buka FileZilla.
- Di bagian atas, Anda akan melihat kolom Host, Username, Password, dan Port.
- Masukkan detail FTP hosting baru Anda dan klik Quickconnect.

-
Transfer File:
- Di panel kiri (Local site), buka direktori di komputer Anda tempat file website (backup) disimpan.
- Di panel kanan (Remote site), buka direktori root domain Anda di server baru (biasanya public_html atau direktori khusus yang dibuat untuk domain Anda).
- Pilih semua file dan folder di panel kiri lalu seret ke panel kanan untuk memulai transfer. Proses ini dapat memakan waktu tergantung ukuran website dan kecepatan koneksi internet Anda.
4. Mengimpor Database (untuk website dinamis)
Setelah membuat database kosong, saatnya mengimpor backup .sql database.
- Akses phpMyAdmin dari cPanel.

- Klik tab Import.
- Pilih database yang Anda buat sebelumnya.
- Pilih file .sql yang Anda ekspor dari hosting lama dan klik Go.

5. Memperbarui File Konfigurasi
Langkah ini penting untuk website dinamis, karena website perlu mengetahui lokasi database baru.
- Temukan file konfigurasi website Anda. Untuk WordPress, file ini adalah wp-config.php.
- Buka file ini (melalui File Manager di cPanel).
- Cari baris yang mendefinisikan nama database, nama pengguna, dan kata sandi. Perbarui nilai-nilai ini dengan detail database baru yang dibuat di hosting baru.
Contoh untuk wp-config.php (WordPress):
define( 'DB_NAME', 'new_database_name' );
define( 'DB_USER', 'new_db_user' );
define( 'DB_PASSWORD', 'new_db_password' );
define( 'DB_HOST', 'localhost' ); // Biasanya 'localhost'
6. Memperbarui Nameserver
Ini adalah langkah terakhir untuk mengarahkan pengunjung ke hosting baru Anda.
- Masuk ke panel kontrol registrar domain Anda (tempat Anda membeli domain).

- Cari bagian pengelolaan Nameservers atau DNS.

- Ganti nameserver lama dengan nameserver yang diberikan oleh penyedia hosting baru Anda. Untuk IPHost, nameservernya adalah dns1.innovahosting.net dan dns2.innovahosting.net.

Perlu diketahui bahwa propagasi DNS (waktu yang dibutuhkan agar perubahan nameserver tersebar secara global) dapat memakan waktu antara 24 hingga 48 jam. Selama periode ini, website Anda mungkin dapat diakses dari server lama maupun server baru.
Jika Anda tidak ingin mengambil risiko dalam proses pemindahan website dari penyedia hosting lain ke IPHost dan Anda sudah memiliki layanan hosting yang dibeli dari kami, Anda selalu dapat membuka tiket ke departemen teknis IPHost.
Anda hanya perlu mencantumkan detail akses server asal transfer di dalam tiket. Tim teknis akan menangani migrasi secara lengkap, memastikan semuanya berjalan cepat dan lancar. Opsi ini ideal untuk memastikan website Anda dipindahkan dengan aman, tanpa repot di pihak Anda.