Memulihkan website adalah proses yang cukup umum, dan dapat dipicu oleh berbagai masalah, seperti penghapusan file penting secara tidak sengaja, perubahan yang keliru, kesalahan kritis, atau serangan siber.
Memulihkan website dari cPanel
- Masuk ke cPanel dan buka Backup di bagian Files.

- Di bagian Restore a Home Directory Backup, klik Choose File dan pilih backup file website. Terakhir, klik Upload dan tunggu hingga proses unggah file selesai.

- Di bagian Restore a Database Backup, klik Choose File dan pilih file basis data (biasanya dalam format .sql). Konfirmasikan dengan mengklik tombol Upload untuk mengganti basis data saat ini dengan backup yang dipilih.

Pemulihan manual file dan basis data
Jika metode sebelumnya tidak dapat diakses, atau karena alasan prinsip maupun kenyamanan, website juga dapat dipulihkan secara manual menggunakan FTP dan phpMyAdmin.
- Hubungkan ke server melalui klien FTP seperti FileZilla, lalu hapus file yang rusak atau tidak diperlukan dari direktori root website, public_html.
- Unggah file backup (dari komputer pribadi Anda) ke direktori yang sama.
- Masuk ke cPanel dan buka phpMyAdmin.

- Pilih basis data yang ada dan hapus semua tabel di dalamnya menggunakan tombol Drop.

- Impor basis data dari backup dalam format .sql menggunakan tombol Import.

- Konfirmasikan unggahan backup dengan mengklik tombol Go.
Memulihkan melalui plugin backup WordPress
Jika Anda menggunakan CMS seperti WordPress dan backup dibuat menggunakan plugin (misalnya UpdraftPlus, BackupBuddy), website dapat dipulihkan langsung dari antarmuka plugin tersebut.
- Masuk ke panel administrasi WordPress (https://example.com/wp-admin).
- Buka Settings, lalu UpdraftPlus Backups.
- Di bagian Backup/Restore, Anda dapat menemukan salinan backup yang diinginkan.
- Klik Restore dan pilih file serta basis data yang akan dipulihkan.
- Selesaikan proses pemulihan dengan mengikuti langkah-langkah yang ditunjukkan oleh plugin.